| DETIK TERAKHIR SAKARATUL MAUT RASULULLAH SAW |
| 26-11-2008 / 15:39:53 |
| oleh : r-1 |
|
Tak bosan-bosan rasanya membaca kisah ini… AIRMATA RASULULLAH SAW… Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. ‘Bolehkah saya masuk?\’ tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, ‘Maafkanlah, ayahku sedang demam’, kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. ‘Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut,’ kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. ‘Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?’, tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. ‘Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. ‘Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu, ‘ kata Jibril.. ‘Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?’ ‘Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,’ kata Jibril. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. ‘Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.\’ Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. ‘Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?\’ Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. ‘Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.\’ Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. ‘Ummatii,ummatii, mmatiii?’ – ‘Umatku, umatku, umatku’ Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi |
No Comments Yet
Belum ada komentar.
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan komentar
